SifatOrang Kafir. Adapun karakteristik atau ciri-ciri atai sifat-sifat dari orang-orang kafir berdasar Surat Al-Baqarah ayat 6 dan 7 adalah tidak mau mendengarkan nasihat yang benar (al-haq) dari Allah dan Rasul-Nya, Al-Quran dan Al-Hadits. Sesungguhnya orang-orang kafir itu, sifat dengan kekufuran mewarnai hidupnya, lalu menjadi sifat yang Yangada sifat ini justru merugikan diri anda sendiri. 11. Perfeksionis Perfeksionis atau reformer merupakan mereka yang sangat rasional dan juga idealis. Mereka merupakan orang-orang yang memiliki jiwa kuat dan benar-benar membedakan antara benar dan salah tanpa toleransi. Bagi orang perfeksionis, salah adalah hal yang tidak boleh dilakukan. 12. Sementaraorang yang tidak mau idealis adalah karena susah melawan pikirannya yang enggan untuk idealis. Tingkah-laku orang tegantung dari pikirannya. Jika ingin memperbaiki tingkah-laku adalah perbaiki pikirannya dulu. Begitu juga jika ingin merusak tingkah-laku, maka rusak dulu pikirannya. Sebagianorang bahkan tidak bisa menjelaskan secara tepat perasaan yang ia rasakan itu. Di bawah ini terdapat 10 istilah untuk menggambarkan perasaan secara psikologi, yang berasal dari berbagai bahasa di dunia. 10 istilah tersebut bahkan sangat sulit ditemukan padanannya pada bahasa-bahasa lain. 1. Mamihlapinatapei Nahberikut ini beberapa ciri yang menggambarkan kondisi psikologis seseorang, seperti dilansir dari beberapa sumber belum lama ini: Kena PHK Dan Belum Dapat Pesangon, Eks Karyawan PD BKD Sukoharjo Wadul Ke DPRD Tertawa terbahak-bahak menjadi tanda seseorang sedang kesepian Orangorang yang seperti ini sebenarnya memiliki sifat negatif yang berlebihan. Menurut saya, lebih baik anda kurangi menonton media-media yang meresahkan. Lebih baik anda menonton media yang positif untuk membangun kepercayaan diri anda. Kemudian sifat yang keempat adalah khawatir yang berlebihan. A Sifat Manusia Yang Positif Dalam Kepribadian Seseorang 1. Bijaksana 2. Mandiri 3. Supel Atau Mudah Bergaul 4. Sabar 5. Humoris 6. Kreatif 7. Integritas 8. Kritis 9. Idealis 10. Kejujuran 11. Dermawan 12. Setia 13. Hormat 14. Adil 15. Pemaaf 16. Murah Hati 17. Sopan 18. Optimis 19. Tekun 20. Rajin 21. Bisa Diandalkan 22. Disiplin 23. Penyayang Olehkarena itu, perfeksionisme sangat takut merasa gagal, sehingga ketika melakukan suatu pekerjaan mungkin lebih sering berada di zona nyamannya untuk merasa sempurna. Akibatnya, sifat seperti ini tidak jarang kehilangan kesempatan untuk belajar lebih banyak dan tumbuh dari kesalahan dan kegagalan. 3. Mempunyai hubungan yang tidak sehat Ya kikir juga satu tanda tidak bersyukurnya seseorang. Dia merasa bahwa yang dia miliki masih kecil jumlahnya. Sehingga tidak mau berbagi atau sulit berpisah dengannya. Atau dia khawatir, cemas, dan takut tidak akan mendapatkannya lagi. Sehingga merasa harus menyimpan-nyimpan untuk diri sendiri. selalumenyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, orang lain harus mendengarkan apa yang dikatakannya, tidak bisa melihat perubahan sikap orang lain dan tidak bisa punya rasa atau sense ketika orang lain tidak suka padanya.dia cendrung selalu memikirkan dirinya dan merasa bisa membaca pikiran orang lain.. en58tVt. Tak hanya itu, dilansit dari Good Therapy, egoisme seseorang yang berlebihan juga bisa terkait dengan masalah kesehatan mental tertentu, seperti gangguan kepribadian. Salah satunya adalah gangguan kepribadian narsistik dan antisosial yang menyebabkan seseorang begitu terpaku pada keinginannya sendiri, tanpa peduli pada kebutuhan orang lain. Selain itu, orang yang depresi pun kerap mengembangkan sifat ini. Sebagai contoh, ia begitu tenggelam dengan perasaan penderitaannya, sehingga seringkali tidak dapat mengasuh anak atau berkomunikasi dengan pasangannya. Apa ciri-ciri orang egoisme tinggi? Anda mungkin tidak menyadari bahwa diri Anda atau orang di sekitar Anda memiliki egoisme yang tinggi dan berlebihan. Biasanya, sifat ini akan terlihat saat Anda berada di suatu hubungan atau tim, baik itu dengan rekan kerja maupun egois pada pasangan Anda. Untuk membantu Anda mengenal sifat ini, berikut adalah ciri-ciri atau tanda-tanda orang egois yang perlu Anda ketahui 1. Cenderung menyalahkan orang lain Seseorang yang egois cenderung menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi di dalam timnya. Ia tidak melihat upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesalahan tersebut atau apa yang dapat dilakukan untuk membantu orang lain. 2. Sering mendebat orang lain Tak hanya menyalahkan orang lain, orang yang memiliki egoisme tinggi seringkali menentang pendapat orang lain. Padahal, apa yang ditentang belum tentu salah. Hal inilah yang kerap menimbulkan pertengkaran hingga perpecahan di dalam tim. 3. Sulit menerima kritik orang lain Suka mengkritik dan mendebat orang lain, tetapi tidak menerima kritik dari orang lain, itulah ciri lainnya dari orang egois. Ia memiliki sejuta alasan untuk mengelak dari tindakan salah yang dilakukannya. Jika ada rekan kerjanya yang salah, ia akan habis-habisan menyalahkan orang tersebut, tetapi jika ia yang salah, ia akan berdalih bahwa dirinya sedang punya masalah tidur, belum makan, atau sebagainya. Orang dengan sifat ini meyakini bahwa kritikan yang ditujukan padanya hanya sebagai cara untuk menjatuhkannya. Karena itulah, ia tidak mau menghadapi kritikan dari orang lain dan berpikir bahwa semua kritikan yang tertuju padanya harus ditangkis. 4. Takut gagal Orang dengan egoisme tinggi umumnya tidak berani ambil risiko atau keluar dari zona nyamannya karena takut gagal dan takut ditertawakan. Ini dilakukan karena ia berpikir bahwa ada orang lain di luar sana yang akan terus menghakimi apa yang dilakukannya. 5. Sulit meminta maaf Seseorang yang egois tidak pernah merasa salah atas tindakan yang dilakukannya, karena itu ia tidak pernah meminta maaf. Ini terkait dengan ciri lainnya yang sering menyalahkan orang lain atas kekurangan yang terjadi. Jika orang lain salah, ia bisa menyimpan dendam hingga orang tersebut meminta maaf. Namun, jika ia yang salah, ia percaya bahwa orang lain harus menerimanya begitu saja. 6. Mudah frustasi dan tidak sabar Seseorang dengan sifat ini berpikir bahwa dirinya lebih cerdas dan cepat dalam menyelesaikan tugas. Oleh karena itu, ia bisa menjadi frustasi dan tidak sabar jika orang lain mengerjakan tugas lebih lama dibandingkan dirinya, meski perbedaan waktu tersebut hanya sedikit. Ia pun cenderung hanya mengeluhkan tentang lambatnya waktu yang dibutuhkan orang lain untuk mengerjakan tugas dibandingkan harus membantu orang tersebut. 7. Tidak mau berbagi Parahnya, orang yang memiliki sifat egois sering tidak mau berbagi, memberi, atau bertukar pikiran. Ia menyimpan banyak informasi untuk dirinya sendiri, karena ia berpikir dirinya berada di dalam lingkungan yang kompetitif. 7 Kunci Berdamai Dengan Diri Sendiri Demi Hati yang Tenang Di dunia ini, setiap manusia tercipta dengan keunikan masing-masing melalui kepribadian yang melekat dalam dirinya. Ketika diperhatikan, setiap orang termasuk Anda punya pola pikir dan cara yang berbeda saat mengamati sebuah masalah. Apakah kepribadian ini bisa dilihat begitu saja saat Anda kenal dengan seseorang? Kepribadian ini akan muncul dan bisa dilihat ketika seseorang dihadapkan dalam sebuah situasi bagaimana ia bereaksi terhadap suatu masalah. Tindakan dan pola pikir melibatkan beragam faktor, seperti pikiran, perasaan, dan tujuan mereka bertindak dalam situasi tersebut. Misalnya saja melihat bagaimana teman Anda hadir di dalam pertemuan. Ada yang tepat waktu, ada yang menunda hingga agak ngaret datang, dan ada juga yang tadinya mau datang ternyata menunda tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Terkadang kita berharap bahwa kepribadian teman bisa berubah, setidaknya ia bisa bergerak ke arah yang lebih baik. Nah, mungkin suatu saat Anda melihat adanya perubahan pada teman Anda. Jika dulu ia suka terlambat, kini jadi lebih tepat waktu. Kemudian ia mulai melihat sebuah masalah dari beragam sudut pandang. Semua orang, termasuk diri kita, mungkin saja mengalami perubahan ini. Namun, benarkah kepribadian bisa berubah begitu saja? Kepribadian seseorang bisa berubah, cuma mitos? Beberapa orang percaya kepribadian bisa berubah, sebagian percaya kepribadian adalah hal yang mutlak pada diri manusia. Menurut Psychology Today, kepribadian seseorang ketika ia beranjak dewasa cenderung lebih stabil. Melansir laman Very Well Mind, warisan genetik dan lingkungan dapat membantu membentuk kepribadian seseorang dan bagaimana ia mampu berekspresi. Seorang psikolog bernama Carol Dweck percaya bahwa perilaku, kebiasaan, dan kepercayaan seseorang membentuk kepribadian di dalam dirinya. Meskipun kepribadian melekat dengan faktor internal seseorang, tetapi faktor eksternal juga punya pengaruh kuat. Termasuk lingkungan dan pengalaman unik membentuk kepribadian seseorang. Jadi, mungkin saja kepribadian seseorang bisa berubah. Rata-rata perubahan tersebut menuju ke arah yang lebih baik. Perubahan tidak terjadi secara langung, tetapi bertahap. Sebuah studi Journal of Personality and Social Psychology mengatakan bahwa seseorang bisa dengan sadar mengubah kepribadian mereka sendiri dengan mengubah kebiasaan pribadi dan melakukannya secara berkelanjutan. Studi lainnya dalam Journal of Personality menunjukkan bahwa perubahan kepribadian yang positif bisa terjadi ketika ia menjalani kehidupan yang penuh makna. Kini Anda bisa percaya, sangat mungkin kepribadian bisa berubah. Terutama ketika kita berjumpa dengan pengalaman, pertemuan yang membawa makna, dan masalah kehidupan. Semuanya bisa membentuk kepribadian menuju ke arah yang lebih baik. Intinya, fokus saja pada proses, pasti Anda akan bisa melihat sebuah masalah dari beragam sudut pandang. Inilah membentuk kepribadian Anda seiring berjalannya waktu. Kamu mungkin sering berharap untuk mengubah seseorang menjadi lebih baik, bahkan mungkin dengan cara sedikit memaksa agar orang tersebut mau berubah menjadi lebih baik. Namun, apakah hal tersebut selalu efektif dan pasti berhasil?Tentu tidak selalu, 'kan? Ingatlah, umumnya orang tak akan mau berubah kalau tidak didasari keinginannya sendiri. Kamu hanya bisa memengaruhi orang tersebut, namun keputusan akhir tetap pada orang yang bersangkutan. Tetapi, setidaknya kamu bisa tahu lho kenapa orang sulit berubah menjadi lebih baik dengan menyimak 5 alasan Setiap orang memiliki program-program pikiran yang telah tertanam kuat dalam KongPada dasarnya, pola pikir manusia tidak mudah untuk diubah karena kita memiliki program-program pikiran yang telah tertanam kuat. Tanpa disadari, kebanyakan program pikiran sudah tercipta sejak masih kecil, entah itu berasal dari lingkungan maupun pengalaman yang pernah masalahnya program pikiran ini bagai pedang bermata dua, bila yang terprogram adalah hal-hal atau nilai hidup yang baik dan positif maka itu yang akan membentuk mindset atau pola pikir bila yang terprogram adalah hal-hal atau pengalaman yang buruk atau negatif, maka itu pula yang akan membentuk pola pikir seseorang. Sehingga, tak heran kalau seseorang sulit berubah menjadi lebih baik bila program pikirannya masih cenderung bersifat Perubahan untuk menjadi lebih baik, biasanya jauh dari kata PhotographyMau berubah berarti harus siap untuk keluar dari zona nyaman. Sedangkan keluar dari zona nyaman bukanlah hal yang menyenangkan, apalagi kalau kebiasaan buruk sebelumnya telah mengakar kuat dalam diri. Jadi, perlu proses, kesiapan dan keinginan diri yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik. Jadi, tetap semangat ya!3. Belum menemukan alasan kuat untuk berubah menjadi lebih baik berubah, seseorang perlu menemukan alasan yang kuat kenapa ia mau berubah menjadi lebih baik. Tak hanya itu, alasan tersebut harus betul-betul berasal dari orang yang ingin berubah, bukan semata-mata karena pengaruh orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, renungkan dan temukan alasan terkuat kenapa kamu harus berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Baca Juga Kamu Orang Baik, Ini 5 Alasan Simpel Jangan Berubah Jadi Orang Jahat 4. Tidak memiliki figur yang dapat Du PreezSalah satu hal yang memotivasi dan membuat seseorang ingin berubah menjadi lebih baik adalah dengan adanya role model atau figur yang menjadi teladan atau panutan. Bisa dibilang, pengaruh role model ini sangat penting agar mereka yang mau berubah dapat mencontoh dan meneladani hal-hal positif dari figur tersebut. Nah, kalau seseorang belum menemukan figur ataupun sosok yang dapat dijadikan panutan, maka tak heran kalau orang tersebut akan kesulitan dan bingung untuk memulai perubahan diri agar lebih baik dan positif. Jadi, temukanlah role model yang cocok dan bisa menginspirasi kamu untuk menjadi lebih baik, ya!5. Setiap orang mempunyai waktu dan proses yang berbeda-beda untuk menjadi lebih RetratosTentu, untuk menjadi lebih baik perlu waktu dan proses. Nah, setiap orang juga punya waktu dan proses yang berbeda-beda, ada yang cepat dan ada juga yang lambat. kecepatan seseorang untuk berubah menjadi lebih baik juga tergantung banyak faktor yang berbeda pula bagi setiap orang. Oleh karena itu, kesabaran adalah kunci utama untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Nikmati setiap proses yang dijalani dan mudah-mudahan setiap hal dalam proses tersebut bisa membawamu pada perubahan yang itulah kelima penyebab kenapa orang sulit untuk berubah menjadi lebih baik. Jangan mudah menyerah, percayalah kalau tekad yang kuat dapat membantu kamu untuk menjadi lebih baik lagi. Semoga bermanfaat! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.